Archive for the 'Catatan Perjalanan' Category

Aug 09 2008

Harus Tau caranya..

Published by kabar2i1 under Catatan Perjalanan

Mmm.. Sulit jg memejamkan mata ini..
aku selalu saja dibuat binggung ketika
aku harus mengambil keputusan segera.
Radiance_3

Ok, lah.. lebih baik aku keluar saja dl..
Aku.. mencoba.. Keluar dari Kantung Tidurku Yang Hangat.
Langit Cukup Cerah.. Bintang - Bintang Bertaburan
menghiasi langit yang gelap, Nampak Bulan Sabit
Bersinar terang Mengalahkan Terangnya Bintang - bintang.

sesaat Aku Terperangah Melihat Hiasan
Langit yang ada berkalap kelit Menghiasi Malam.
Aku coba melihat persediaan Airku..Menghitung2..
Persediaan Yang aku Butuhkan. Yang Jelas 1 botol ini
untuk persediaan besok. Yang ini bisa aku gunakan
untuk buat Kopi sekarang.

Aku akhirnya memutuskan untuk membuat kopi,
untuk mengisi malamku ini.. sambil aku menatapi
bulan dan bintang dilangit aku mulai berpikir..
Kalo saja Engkau TAhu.. Apa yang kau
lihat dan kenyataannya.. Tentu kau
akan Berkata Benarkah itu..?

Ya, Aku sangat Meyakini itu…
Bulan Memang Tampak Lebih besar dari
pada Bintang-bintang itu. tapi Pada Kenyataannya Sebaliknya..
Ternyata Ukuran Bulan Tak akan Seberapa dibanding Ukuran
Bintang - bintang itu sebenarnya.. Karena Letak bintang
itulah yang sangat jauh.. Jutaan Kali Jarang Bulan Ke Bumi..
Yang menyebabkan itu semua..

Aku Kembali Kembali merenungkan akan hal itu…
Benar.. Jg.. ternyata Jarak
jg.. Yang telah Membuat ku kecewa..
Semua Yang Terdekat akan tampak lebih
besar dan Terang.. Ketimbang yang Lebih
jauh.. Dan Wajar Kalo sinarnya pun
sedikit redup. Tidakkah Kau Memahami ini.

Ada sedikit protes dalam batinku akan
penomena ini. Tapi Sejenak aku menarik
nafas dalam - dalam. Aku Mencoba Kembali
menormalkan lagi nafasku.. Tapi
tak mutlak terjadi.HEehehe.. Tiba2,
aku tersadar akan penomena ini. Ya… Itu
betul, Betul Sekali… HAHAHAHA

Aku mencoba Melanjutkan TErtawaku yang
tak Tertahankan Lagi.. hahaha….
Ternyata Betul… Ternyata APapun jg kalo
Kita Tahu Caranya Tentu Akan Berbeda..

Aku Setuju.. Manusia Melihat.
ukuran Bulan dan Bintang juga dari Bumi..
Cuma Bedanya Menggunakan Teknologi saja..
Kalo Mata Normal Kita akan Menyatakan Bahwa Bulan Lebih besar
dari Bintang tapi Coba Kau Lihat Teropong Bintang Itu..
Dan Coba Kau Perhitungkan Lagi Jaraknya..
Maka Kau akan Tahu Betapa Besarnya Bintang Itu.
Hahahha… Sejenak aku Coba diam.. untuk mengenang kejadian..
Yang pernah terjadi dalam Hidupku.. Ya.. Sudahlah…

Aku coba menenankan diri.. Yang PEnting
Aku Harus Tahu Caranya.. ITu Saja..
Yah, Setidaknya Itu jg Bagian Dari
Proses.. Koq… Hasalah Hasil Hanya Allahlah Yang Tahu…

Kulihat air yang ku rebus telah mendidih..
Ha.. Ngopi Kita.. HEhe…
Srrtteet… Ah… Kehangatan mulai
terasa lagi..

Aku mulai mencari Posisi yang Nyaman
untuk duduk. Lalu aku langsung Mengambil
posisi itu.. Yah.. Yang Penting Besok
aku Harus Putuskan.. Terus Atau Aku
pulang.. Sejenak aku Ingin bangkit
membuka peta. Tapi aku batalkan..

Yah, lebih baik aku Menggunakan Patokan
waktu saja.. Kalo Jarak mungkin aku..
Meragukan hal ini.. Aku Tak dapat
memprediksi kemungkinan terburuk yang
akan terjadi.. Tapi Semua ini akan
berubah Jika Hujan Turun.. Hehehe….
Benar Jg..

Srruuut… Ah… KEmbali Ku Seruput Kopi Hangat..
Ditengah Keheningan Malam.

Ini…hehe..hehe.. ah….

Ngopi Kita…

One response so far

May 24 2008

Menanti Terbitnya Sang Mentari

Published by kabar2i1 under Catatan Perjalanan

Rasa dingin masih menyelimuti ketika kegelapan hadir, seolah tak mau menunggu akan kata "aku masih ingin bersamamu". Tertelan oleh untaian kekuatan alam yang tak mungkin ditandingi. Bagaimana aku akan bertahan dalam kegelapan ini dengan apa pula aku harus menghangatkan rasa yang membekukan setiap persendianku. Terhempas dan terkulai akan sebuah kenyataan yang tak mungkin aku lawan.

Teriakan, sanggahan, umpatan takkan berarti apa - apa. Ratapan, keluhan yang memohon iba pernah juga terlempar dari mulut ini. tapi semua sia - sia hanya kebisuan yang terus berlalu. Aku kesini untuk menemuimu menggantungkan sebuah harapan besar dalam perjalanan hidupku. Aku telah meninggalkan segala kesenangan hidup ini demi mendapatkan pelukan hangatmu. Segala syarat yang kau beri akan ku tunaikan, semua permintaanmu akan ku kabulkan, semua inginmu akan ku wujudkan asalkan kau mau untuk menerimaku…

Kenapa kau diam.. Membisu.. dan tak memperdulikanku.. Sirnah semua harapan ini dalam kebisuan diiringi kebisuan yang terus menyelimuti keseharianku… biarlah aku cari mentari lain.. yang lebih mau peduli.. Tapi dimana ? yang ku tahu hanya ada satu mentari yang selalu setia menerangi hari - hari ku dan semua manusia yang ada dibumi.

Aku mulai merasakan akan sebuah ketergantungan pelindung dari kegelapan. Aku harus jujur bahwa sinar mentari akan memberikan petunjuk dengan sinar terangnya. Aku terlalu sombong dan angkuh dengan kelemahanku. Disisi lain aku mulai muak dengan ketidak pedulian atau kata hambar yang menggema. Tak akan lari aku dari setiap kenyataan walau irisan hati mulai tercerai berai. Ketika aku putuskan untuk lari pun aku tak akan melakukannya dalam kegelapan ini.

Sekarang hanya diam dengan ribuan ratapan, cacian, makian, dan penyesalan akan kebodohan dan semua kesalahan yang aku perbuat. Tak ada yang paling sempurna dalam hidupku. kecuali kematian yang tak pernah aku harapkan kehadirannya. Aku tak dapat sembunyi dan lari dari kesempurnaannya. Sujudku, ratapan doaku, permohonanku hanya untuk keselamatanku kini dan kelak.

Kemerdekaan yang aku miliki hanyalah penjara - penjara semu yang selalu memenjarakan setiap kebebasan yang aku pikir adalah sebuah kemerdekaan. Aku mesti mau melihat dan paham akan setiap kesempurnaan diri ini hanyalah relatif. Sekali lagi aku ingin mengingatnya terus bahwa Kesempurnaan yang mutlak aku miliki adalah kematian. Yang sama sekali tidak aku harapkan. itu pun berlaku untuk semua manusia dimuka bumi ini.

Kemerlap bintang dan terangnya bulan akan menemani keberadaanku, tapi tak akan cukup menghangatkanku. Aku harus sabar untuk menanti terbitnya sang mentari.

No responses yet

Next »