Dec 07 2005
teRIAK TAK LAGI HANDAL..
KENAPA HARUS TERIAK…
aku ingin semua tau……….
eh tapi apa sebenarnya yang ingin aku
informasikan.
dengan tersenyum aku berteriak………..
kemarin aku temukan itu….
satu hal yang pernah aku pertanyakan…….
ya.. sebuah senyuman yang begitu berarti…
dulu aku pernah berkata, untuk siapa senyuman
itu..
dan hari ini aku telah mendapatkannya..
lalu apa yang akan terjadi dengan esok hari..
semoga aku dapat membelainya..
tapi bagaimana ? apa kah bisa ?
dan ku jawab dengan jawaban yang pernah ku
berikan untuk semua pertannyaan.
aku lahir tanpa daya aku besar dengan upaya dan
mati tanpa bertanya.
ketika ku terima senyuman itu…
tak kuijinkan hati ini berbicara…
tatap dan tataplah terus senyuman itu…
resapi dan nikmati semua yang kau terima..
ketika rasa tlah bergejolak..
aku harus teriak…
tapi………..
untuk apa aku teriak jika itu tak lagi handal…
baiklah aku akan cari jalan tikus…
tapi itu juga bukan satuhal yang terbaik..
tapi mungkin satu cara untuk cepat sampai..
mungkin, semua itu masih relatif
eh, apa yang kau lakukan jika kau tak berteriak..
mungkin diam….
atau dengan cara lain….
banyak ide yang membuat mu idelalis..
tapi banyak teori yang tak terbukti…
ok, lah kalau begitu bagaimana dengan itu
apa itu…
biarkan kami begini…
mungkin itu yang paling mudah..
dan tanpa perlu lagi berdebat…
tapi apa perlu begitu?
entah lah…
tak perlu lagi kau tambah hidangan ini…
semua telah terlalu banyak dan aku mulai muak
melihatnya..
kenapa ?
karena perutku lapar dan dari tadi pagi aku belum
makan?
lalu apa yang membuatmu muak dengan hidangan
itu? bukankah kau lapar?
bukan hidangan, tapi menunggu untuk segera
makan….
eh bung, jaman sekarang mana yang gratis…
lalu untuk apa itu semua ?
berjalan dengan cermin, adalah suatu yang
meragukan.
dengan pertimbangan dan perhitungan ku itu
semua sungguh tak bermanfaat.
aku tau aku dapat berjalan tanpa itu…
tapi semua orang menyukai itu…
kau tau semua orang itu hanya perkataan mu
saja…
buktinya aku tidak…
jadi semua orang menurutmu belum tentu semua
kan…
tapi orang berkata begitu…
dan menurut ku tidak…
ternyata manusia itu selalu ada yang berbeda..
dan tidak semua jawaban sama walau diberi soal
yang sama.
apa yang terjadi…
ya itu takdir…
kau tau itu semua…
aku kurang yakin akan hal itu……..
tapi aku cukup beriman untuk itu…
kenapa kau harus mengulang kembali akan hal
itu ?
apa kah kau yakin bahwa manusia tidak pernah
lupa?
ternyata pernah juga kan….
atau setidaknya semua orang pernah melakukan
kesalahan…
lalu dimana letak keistimewaannya…
yang ku tau hanya satu…
keberanian untuk mengakui dan menyadarinya..
lalu bagaimana jika terulang lagi ?
pertanyakan dengan kesadaranmu ?
apa semua itu bisa bertambah buruk jika kau tak
sadar ?
lebih dari bertambah mungkin akan memduplikasi…
kenapa itu…
karena ada yang ikut tak sadar juga..
apa kau tau semua dapat melihat ?
tidak semua ?
apa kau tau semua dapat mendengar ?
juga tidak semua ?
apa kau tau semua dapat merasa ?
mungkin tidak semua ?
lalu apa yang pasti ?
mati hanya itu yang pasti ?
cinta mungkin bermakna ?
mungkin juga berbisa ?
tapi apa kah semua akan berubah ?
semua pun tak tau tentang itu ?
kenapa perlu ada nasehat ?
karena tak tau kalo ada yang lain ?
boleh kita berjumpa ?
tapi tak ada yang berkata ?
tak ada yang boleh menatap ?
tak ada yang boleh merasa ?
asal kita seperti baru lahir………..
kenapa harus demikian…
mampukah kita membedakan antara nafsu dan
sayang..
apa kah dua hal itu berbeda ?
bagiku itu hal yang bertolak belakang…
nafsu menginginkan akhir…
sayang menginginkan keabadiaan..
ada apa dengan cinta ?
ada dua bahan bakar ?
yang satu nafsu dan yang lainnya sayang….
dimana letaknya itu semua ?
tak tau pasti…selain satu..