Apa yang dijalani belum tentu hasil ucapan…
Ketika kehendak telah dilaksanakan terkadang ucapan tak berarti..
Bisa saja kau berkata tidak tapi ragamu melakukanya…
Mungkin saja aku berkata dekat tapi wujud menjauhi..
Ketika kehendak yang ku pilih tapi kenyataan menjauhi…
Terkadang sulit untuk diungkapkan tapi nikmat untuk dilakukan..
Tak pernah aku memikirkan tapi kenyataan tak dapat dihindari…
Ketika kau tau itu kesulitan mungkin saja kau menuju kesana..
Berjalan mengikuti kehendak bukan berarti mengikuti semua ikrar yang diucapkan…
Mungkin ini adalah titik perenungan ku terkadang sulit dipercaya dengan apa yang disebut dengan kenyataan. ketika kita telah dapat memperhitungkan dan merencanakan tapi kenyataan lah yang perlu diterima sebagai buktinya. Aku bukan Tuhan yang ketika berkata "Jadilah maka Jadilah Apa yang Menjadi Kehendak-Nya"
Mungkin ini yang harus aku koreksi mungkin selama ini mulut ini telah mengatakan apa saja… mulai dari manisnya kata cinta sampai sumpah serapah yang mungkin tak pantas keluar dari mulut ini.
Terkadang tak sanggup untuk berjanji… tapi tidak untuk mengatakan kejujuran. Kenapa perlu dipertanyakan jika bukan hal dikuasa kita sebagai manusia… mungkin orang dapat menduga dan mengira tapi itu hanya lah duga-an dan kira-an…
ketika aku berjalan menyusuri menuju kesebuah kesunyian tak khayal lagi jika kejujuran demi kejujuran mulai terungkap. tak perlu lagi kau bungkus dengan kemunafikan semua dapat terungkap… siapa aku siapa kamu dan siapa kita ?
mungkin ini yang membuat kita tak patut untuk sombong dan membanggakan diri… sedikit yang kita perbuat mungkin menjadi hal yang luar biasa bagi seseorang tapi belum tentu bagi orang yang lainnya, Apalagi Dihadapan Nya…
Ketika aku disudutkan oleh sebuah kenyataan yang mungkin tak bisa aku pungkiri maka mulailah aku berserah diri. Karena itulah juga aku mulai mengatakan dan mengadu akan hal yang aku hadapi… segala keluhan dan ratapan keluar dari mulut ini…. tapi kemana ketika kau mendapat pujian ? sedikit sanjungan ? riuhnya tepukan ? atau Salam penghormatan… kemana saja dirimu… Mana ratapan mu ? mana keluhan mu…?
mungkin aku adalah manusia yang tak pantas untuk dipuji atau disanjung tapi bukan untuk tidak bersukur Kepada-Nya.
karana itu juga ketika kau menjadi orang yang membanggakan Sudah Sangat Seharusnya kau Bersyukur… ingat Kau Bukan Tuhan….
terkadang perkataan ku selama ini tak pernaah aku jaga… apalagi perbuaatan ini mungkin tak layak untuk ditiru… tapi kejujuran adalah modal utama dalam kehidupanku…. tak malu diri ini mengakui dan menerima setiap cacian yang pastas aku terima. Tak ada niatku untuk membungkus setiap kebusukan dan kekuranganku yang pantas aku terima… mungkin ini yang terbaik dari pada aku harus menjadi orang yang munafik.
Hentakan kaki yang kian lama kian melemah ini memberikan satu pertanda bahwa aku bukan lah Tuhan. Aku manusia biasa tak dapat menentukan dan menjadikan semua yang ku inginkan. hanya satu hal yang dapat aku kerjakan bahwa aku harus berjalan.
Bekal yang aku punya bukanlah untuk menjadikan ku sebagai manusia yang lupa akan keberadaanku.. Harus kututup mata ini untuk hal yang tak pantas, Kututup telinga ini akan bualan yang menyesatkan dan kututup mulut ini dari semua bentuk penipuan.
tak perlu lagi aku berharap akan sebuah keindahan jika aku tidak mencarinya. Mungkin tak pelu juga aku bercerita akan impian… toh jika itu impian maka dia tak akan pernah usai untuk diceritakan…. tapi jika kuraih jalan itu maka akan ku wujudkan impian itu….
TAk perlu lagi menyesal, mungkin jika kau menyesal hari ini mungkin besok kau akan menghadapi penyesalan yang jauh lebih pait… Kesabaran adalah pilihan yang tepat untuk dijalani.
Kehilangan bukanlah akhir dari segalanya,
pemberian bukan ukuran,
keinginan bukan tuntutan,
perjuangan bukan kesombongan,
kebaikan bukan pameran dan
keindahan bukan tontonan.
Ikhlas Lah Sayang…