May 28 2007
Panggilan Alam
(Puisi yang menggambarkan sebuah
peristiwa dalam perjalanan)
Hembusan angin pagi bersemilir
Ditemani sinaran hangat Mentari
Pelukan kabut masih menyelimuti
Mengisi indahnya suasana pagi
Dalam keheningan suasana bisu
Ditemani kejernihan tetesan embun
Kuhirup segarnya udara pagi
Mengisi nafas akan kehidupanku ini
Awal yang cerah tak mau kulewati
Kuteriaki pagi ini dengan auman sopan
Selamat pagi selamat kembali menemani
Mengisi kisah perjalanan ku ini
Seketika rasa yang hadir tak permisi
Mengiring ku menuju panggilan alam
Tak kuasa tuk menahan
Hingga ku Tunaikan Seruan ini
Kuberjalan mencari tempat bertaut
Kesunyian yang memang kucari
Tertutup dari pandangan2 liar
Yang hadir dalam bentangan alam
Kucari dan terus kucari
Demi hasrat yang kian menjerat
Kuhampiri dan kedekati
Tempat tautan hati demi puaskan ambisi
Kubuka penutup nilai dan tinggkah laku
Demi tersalurkanya kehendak hati
Menduduki sebuah posisi
Yang mungkin tak boleh kau ikuti
Aroma segar yang kudapati
Menghalangi hasrat tuk menatapnya
Kalo bukan Bagian tubuh ini
Mungkin saja tak kuasa tuk mendekat
Wahai alam maafkan ku ini
Bukan berhasrat tuk menodai
Demi panggilan yang manusiawi
Yang mengawali kehidupan hari ini
Kupendam sisa yang tertatap mata
Setelah ku usap sisa rasa
Berjalan berlari dan menjauh
Untuk melupakan hasrat yang tertinggal
Wahai panggilan Alam
Pengisi awal pagi dalam kesendirian
Tak Mau jujur untuk bercerita
Untuk ungkapkan wahai engkau panggilan
Alam
…

