Aku masih larut dalam lamunanku.. Dari Kapalku aku memandang lurus Ke Daratan.
Betapa Tidak, Dikejauhan.. telah tampak Dermaga Tempat Tambatan Hati KanBerlabuh..
Ini adalah sebuah pelayaran Panjang.. Dalam untaian lingkaran Bulan demi Bulan.. INilah Kesempatan Ku.. Tuk Berlabuh.. Dalam Setahunku.. Hanya Satu Bulan Kan Menemuinya..
Betapa letihnya PErjalanan ini dalam Samudra Kehidupan Rangkaian persoalan dan Ujian selalu saja mengombang-ambing perjalananku…
Kesempatan ini tak kan pernah terganti.. Kenapa aku kadang tak begitu menghargai kerinduan ini..
Bukankah aku Tahu bahwa tak ada satu janjipun yang akan menjamin bahwa aku akan sampai lagi disini…
Hantaman dan Terpaan Ombak Kehidupan tak akan Pernah Kompromi dengan segala Kondisi..
Aku SElalu saja Tamak oleh Kenyataan Seolah-olah aku akan selalu sampai menjumpai daratan itu..
Padahal aku Sadar selalu saja ada Berita Tentang kandasnya, hilangnya bahkan pecahnya Perahu kehidupan diterjang oleh badai kenyataan dalam Samudra kehidupan. Walau daratan kan tergapai dalan satu hembusan nafas lagi.

Aku Juga, Letih.. Kemana aku harus mencari tempat berpijak yang kokoh dalam samudra kehidupan yang selalu saja bergelombang. Kerinduan akan Daratan itu.. Mestinya Sangatlah Luar Biasa..
Kini Daratan tlah Menjelang.. Entah Berapa Helaan Nafas Lagi Akan Kujumpai Daratan itu… Atau aku Tak kan pernah sampai pada Daratan tersebut..
Hanya Suratan Takdirlah yang berkata…
Taukah engkau disana tentang sebuah Khotbah Rasulullah SAW ketika Menyambutnya… Mulailah Renungkan Kembali..
(Rasulullah SAW dan para sahabat menyambutnya dengan sangat gembira laksana tamu istimewa. Beliau pun menyerukan beberapa nasihat kepada kita tentang apa yang harus dilakukan di bulan yang penuh berkah ini. Inilah seruannya…)
“Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam paling utama.
Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan-Nya. Di bulan ini napas-napasmu menjadi tasbih, tidurmu adalah ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu diijabah.
Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari Kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin.
Muliakanlah orang-orang tuamu, sayangilah yang muda, sambunglah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal
kamu memandangnya, dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarkannya.
Kasihanilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertobatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hambanya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya, dan mengabulkan mereka ketika mereka berdoa
kepada-Nya.
Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperlama sujudmu.
Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb Al-’Alamin.
Wahai manusia! Barangsiapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang
mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama
dengan membebaskan seorang budak dan ia diberi ampunan atas
dosa-dosanya yang lalu.
(Khutbah Rasulullah SAW Saat Ramadhan Menjelang Lengkapnya bisa lihat di..)
http://www.kebunhikmah.com/article-detail.php?artid=34
lihat 30 Tips Saat Ramadhan
http://channels.dal.net/gim/301.html